Dungkek, manasymut.sch.id – MA Nasy-atul Muta’allimin kembali menunjukkan kesiapannya dalam mengikuti ajang kompetisi tingkat kabupaten. Pada Rabu, 17 Desember 2025, perwakilan siswa MA Nasy-atul Muta’allimin menghadiri kegiatan technical meeting lomba story telling yang diselenggarakan di Kantor Dinas Disbudporapar Kabupaten Sumenep.

Dalam kegiatan tersebut, dua siswa MA Nasy-atul Muta’allimin, yakni Cindy Khofifah dan Kaisi, hadir secara langsung dengan didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Imam Khalil, M.H. Sementara satu siswa lainnya yang juga tergabung dalam tim story telling berhalangan hadir karena alasan tertentu.

Imam Khalil menjelaskan bahwa kehadiran dalam technical meeting ini merupakan bagian penting dari persiapan lomba yang akan digelar keesokan harinya. “Lomba story telling untuk SMA sederajad insyallah akan dilaksanakan Jumat pagi, 18 Desember 2025,” ujarnya.

Lebih lanjut, Imam Khalil memaparkan bahwa technical meeting bertujuan untuk memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan lomba, mulai dari alur kegiatan, tata tertib, hingga sistem penilaian yang akan digunakan oleh dewan juri. “Technical meeting hari ini menjelaskan teknis pelaksanaan lomba besok, termasuk tentang penilaian dan ketentuan-ketentuan lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti salah satu hal yang cukup menarik dalam lomba story telling kali ini, yakni penggunaan tiga bahasa sebagai media bercerita. “Mengingat lomba story telling ini bisa menggunakan tiga bahasa, Madura, Indonesia, dan Inggris, saya juga mempertanyakan apakah penilaian untuk tiga bahasa ini menjadi satu, mengingat tingkat kesulitannya dapat dipastikan berbeda. Mereka yang bisa bercerita menggunakan bahasa Indonesia dan Madura belum tentu bisa bercerita dalam bahasa Inggris. Dan dari siswa atas nama Cindy, besok insyaallah akan menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Imam Khalil.

Di tempat terpisah, Ummul Khair, selaku pelatih story telling siswa MA Nasy-atul Muta’allimin, mengaku optimis menghadapi lomba kali ini. “Saya optimis untuk lomba story telling kali ini,” katanya dengan penuh keyakinan.

Menurut Ummul, ketiga siswa yang dikirim untuk mengikuti lomba bukanlah peserta baru dalam ajang story telling. “Tiga orang siswa yang dikirim sudah berpengalaman ikut lomba story telling, bahkan mereka pernah menjadi juara,” ujarnya.

Pengalaman tersebut membuat proses latihan kali ini berjalan lebih ringan dan terarah. “Pada latihan kali ini tidak terlalu menguras energi karena mereka sudah punya banyak pengalaman,” tambah Ummul.

Ia juga menjelaskan bahwa naskah story telling yang akan dibawakan sepenuhnya dipersiapkan oleh siswa. Perannya lebih banyak pada tahap penyempurnaan. “Naskah story telling dipersiapkan oleh siswa yang mau ikut lomba. Saya hanya merevisi dan memberi masukan, tidak banyak,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang matang, pengalaman yang memadai, serta dukungan penuh dari pihak madrasah, MA Nasy-atul Muta’allimin optimistis dapat kembali menorehkan prestasi dan mengharumkan nama madrasah dalam ajang lomba story telling tingkat Kabupaten Sumenep.

(Lis)