
Dungkek, manasymut.sch.id – MA Nasy-atul Muta’allimin kembali menghadirkan kegiatan inspiratif melalui Mimbar Akademik, dengan mendatangkan seorang seniman dan penyair dari Yogyakarta, Muhammad Ali Tsabit, pada Ahad, 11 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya madrasah dalam memperkaya wawasan dan keterampilan siswa, khususnya di bidang literasi dan seni sastra.
Muhammad Ali Tsabit dikenal sebagai seniman Jogja yang aktif di komunitas Kutub, sebuah komunitas sastra yang fokus pada pengembangan puisi dan diskusi kebudayaan. Meski telah lama menetap di Yogyakarta, Ali Tsabit merupakan pria kelahiran Madura yang telah tinggal di Kota Pelajar tersebut selama belasan tahun sejak menempuh pendidikan tinggi.
Di hadapan para siswa, Ali Tsabit menyampaikan bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan medium ekspresi yang memiliki banyak tujuan.
“Puisi bisa dibaca untuk banyak hal. Bisa untuk menyampaikan isi hati, kegelisahan, cinta, bahkan bisa menjadi bentuk protes terhadap ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah atau keadaan sosial,” ujar Ali Tsabit dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa dunia sastra, khususnya puisi, memiliki nilai ekonomi apabila digeluti dengan serius.
“Puisi itu tidak hanya berhenti di panggung atau di buku. Kalau kita tekun, puisi juga bisa menghasilkan uang dan membuka banyak peluang,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Tsabit turut mengenalkan sosok Wiji Thukul, penyair legendaris yang dikenal dengan puisi-puisi perlawanan dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.
“Wiji Thukul adalah contoh bahwa puisi bisa menjadi suara bagi mereka yang dibungkam. Puisinya sederhana, tapi punya keberanian dan kekuatan yang luar biasa,” jelasnya kepada siswa.
Tidak hanya berbagi materi sastra, Ali Tsabit juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak takut mengekspresikan diri dan terus berkarya.
“Jangan takut menulis dan tampil. Semua penulis besar berawal dari keberanian mencoba. Tugas kalian sekarang adalah terus belajar, membaca, dan jujur pada apa yang ingin kalian sampaikan,” pesannya penuh semangat.
Sementara itu, Ach. Kholish, selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Nasy-atul Muta’allimin, menyampaikan bahwa kegiatan mimbar akademik ini sengaja menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang untuk membekali siswa secara komprehensif.
“Kami sengaja mendatangkan pemateri untuk melatih dan membekali siswa dalam mimbar akademik, agar mereka memiliki banyak bekal dan kepercayaan diri untuk tampil pada minggu-minggu selanjutnya,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mampu berbicara di depan umum, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir, kepekaan sosial, dan keberanian menyuarakan gagasan melalui karya sastra.
(Lis)




