
Dungkek, manasymut.sch.id – MA Nasy-atul Muta’allimin kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan pelepasan siswa kelas XII untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat yang digelar pada Sabtu, 25 April 2026, di halaman MA Nasy-atul Muta’allimin.
Kegiatan pelepasan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Seluruh siswa kelas XII yang menjadi peserta pengabdian hadir bersama dewan guru dan guru pendamping lapangan. Pelepasan ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terjun langsung mengaplikasikan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di madrasah.
Usai prosesi pelepasan, para siswa langsung diberangkatkan menuju lokasi pengabdian masing-masing dan diantar oleh guru pendamping lapangan yang telah ditunjuk. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dapat sampai di lokasi pengabdian dengan baik sekaligus melakukan koordinasi awal dengan pihak lembaga tempat pengabdian.
Pada tahun ini, siswa kelas XII MA Nasy-atul Muta’allimin melaksanakan pengabdian di tujuh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang berada di sekitar madrasah dan tersebar di wilayah Kecamatan Batang-Batang dan Kecamatan Dungkek. Sebaran lokasi ini dipilih agar siswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat serta ikut berkontribusi dalam penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan sekitar.
Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, Fathor Rahman, M.Pd, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program pengabdian tahun ini memiliki dua skema pelaksanaan yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada siswa kelas akhir.
“Pada tahun ini, kami menerapkan dua skema pengabdian bagi siswa kelas XII. Skema pertama adalah pengabdian eksternal, yaitu siswa diterjunkan langsung ke Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di sekitar madrasah, dan itu diikuti oleh sekitar 70 persen siswa kelas XII. Sedangkan sisanya melaksanakan pengabdian secara internal di lingkungan madrasah,” ungkapnya.
Fathor Rahman juga menegaskan bahwa program pengabdian ini akan berlangsung selama satu bulan penuh sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
“Kegiatan pengabdian ini akan berlangsung selama satu bulan, dimulai hari ini, 25 April 2026, dan insyaAllah akan berakhir pada 26 Mei 2026. Dalam rentang waktu tersebut, kami berharap siswa benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengabdi, dan membangun pengalaman hidup bermasyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ach. Kholish, M.Sc., menyampaikan bahwa program pengabdian siswa kelas akhir merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan setelah siswa menyelesaikan ujian akhir. Menurutnya, program ini telah menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter siswa sebelum benar-benar menyelesaikan masa studi di madrasah.
“Program pengabdian siswa kelas akhir ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang selalu kami laksanakan setelah ujian akhir kelas XII. Ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendidikan karakter dan pembelajaran sosial yang tidak didapatkan sepenuhnya di dalam ruang kelas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kholish menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melatih siswa agar mampu berperan aktif di tengah masyarakat, baik dalam dunia pendidikan maupun di berbagai bidang kehidupan lainnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin melatih siswa agar mampu hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat, baik dalam konteks pendidikan maupun di luar pendidikan. Mereka harus belajar beradaptasi, berkomunikasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan tempat mereka berada,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai utama yang ingin ditanamkan kepada siswa melalui program ini adalah semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.
“Yang paling utama dari semua ini adalah siswa dapat berlatih menjadi insan yang mampu menebar manfaat untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesamanya,” pungkasnya. (Lis)




