
Dungkek, manasymut.sch.id – Semarak Class Competition MA Nasy-atul Muta’allimin 2025 terus berlanjut. Memasuki hari kedua pelaksanaan, Rabu, 10 Desember 2025, panitia menyelenggarakan lomba pidato antarkelas yang berlangsung di halaman MA Nasy-atul Muta’allimin Candi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian warga madrasah karena tampilannya yang unik, atraktif, dan penuh kejutan dari para peserta.
Imam Khalil, S.Sy., M.H., Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MA Nasy-atul Muta’allimin, saat ditemui di kantornya mengungkapkan bahwa lomba pidato kali ini menampilkan keberagaman gaya berbicara siswa. “Siswa menunjukkan kemampuan public speaking dengan ciri khas masing-masing. Ada yang tegas, ada yang ekspresif, dan ada juga yang lucu. Perbedaan gaya ini membuat suasana tidak monoton dan justru sangat menghibur,” ujarnya.
Menurut Imam, dinamika di atas panggung menjadi daya tarik tersendiri. “Sering terjadi peserta lupa teks, tapi justru muncul kalimat spontan yang mengundang tawa atau tepuk tangan penonton. Momen tersedak, salah sebut kata, atau ekspresi canggung seringkali mengundang tawa penonton, namun tetap memberi warna positif pada acara,” tambahnya.
Dukungan dari masing-masing kelas juga memberi warna tersendiri dalam perlombaan tersebut. “Teman sekelas memberikan yel-yel dan tepuk tangan. Suasananya mirip konser mini dan itu bisa membuat peserta lebih percaya diri atau justru semakin grogi,” kata Imam.
Ia menilai kompetisi berjalan dalam tensi yang sehat. “Tensinya terasa sehat, dan terlihat kelas mana yang paling kompak, paling banyak dukungan, serta memiliki orator paling kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Imam Khalil menyebut bahwa banyak kejutan terjadi sepanjang lomba berlangsung. “Terkadang peserta yang awalnya tidak diperhitungkan justru tampil sangat baik dan mencuri perhatian. Hal ini membuat hasil lomba semakin menegangkan. Ada juga peserta yang menambahkan bahasa asing dalam pidatonya atau meniru gaya orator terkenal. Variasi ini membuat juri dan penonton tetap fokus,” pungkasnya.
Sementara itu, Ach. Kholish, Wakil Kepala Bidang Kurikulum MA Nasy-atul Muta’allimin, menjelaskan bahwa lomba pidato ini merupakan bagian dari penguatan program pembelajaran di madrasah. “Beberapa lomba dalam Class Competition ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari kegiatan harian di madrasah, termasuk lomba pidato yang merupakan follow up dari kegiatan mimbar akademik yang memang bertujuan melatih kemampuan public speaking siswa,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa antusiasme siswa terhadap lomba pidato sangat tinggi. “Lomba pidato pasti banyak diminati karena siswa sudah terbiasa tampil dan berbicara di depan umum. Urusan mental untuk berbicara, insyaallah siswa MA Nasy-atul Muta’allimin sudah tidak diragukan lagi,” tutupnya
(Lis)




