Sumenep, manasymut.sch.id – Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, Fathor Rahman, M.Pd., terpilih sebagai salah satu peserta dalam kegiatan Seminar Peningkatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB, bertempat di Amphiteater Tower Teungku Ismail Yakub, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Kegiatan berskala provinsi ini diikuti oleh sekitar 250 peserta, yang terdiri dari Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) se-Jawa Timur, Kepala Madrasah Aliyah Negeri se-Jawa Timur, serta Kepala Madrasah Aliyah Swasta terpilih. Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menjadikan seminar ini sebagai forum strategis dalam memperkuat tata kelola madrasah sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A., menyampaikan klarifikasi atas pernyataan yang sempat menjadi perbincangan di DPR dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami perlu meluruskan berbagai informasi yang berkembang agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Pemerintah tetap berkomitmen penuh untuk terus memperkuat kualitas pendidikan madrasah sekaligus meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru sebagai faktor utama dalam kemajuan pendidikan.

“Kualitas pendidikan akan menjadi baik apabila gurunya hebat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Kamaruddin Amin mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

“Membentuk karakter siswa tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi harus mengajar dengan hati dan penuh cinta,” tuturnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas guru tidak dapat dilepaskan dari aspek kesejahteraan.

“Guru akan menjadi hebat jika kesejahteraannya terjamin,” tambahnya.

Sementara itu, Fathor Rahman, M.Pd., Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, menyampaikan rasa bangga sekaligus motivasi setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Setelah hadir dalam seminar Tata Kelola dan Peningkatan Kesejahteraan Guru ini terasa sangat membanggakan sekaligus memotivasi,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan pemerintah terhadap madrasah.

“Madrasah kami terpilih sebagai salah satu Madrasah Aliyah dari lima lembaga se-Kabupaten Sumenep yang mendapatkan surat tugas resmi dari Kemenag. Hal ini menjadi bentuk kepercayaan dan perhatian pemerintah terhadap peran madrasah dalam peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Menurutnya, seminar tersebut memberikan banyak wawasan baru yang sangat relevan dengan pengembangan lembaga pendidikan.

“Seminar ini memberikan banyak wawasan baru, khususnya tentang pentingnya tata kelola lembaga pendidikan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu. Selain itu, materi yang disampaikan juga membuka cakrawala tentang berbagai upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan guru, baik dari sisi kebijakan, penguatan kompetensi, maupun pengelolaan sistem yang lebih baik,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti kegiatan ini menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan di lingkungan madrasah.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dan menambah semangat untuk terus berbenah serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Fathor Rahman berharap hasil dari seminar tersebut dapat membawa dampak nyata bagi kemajuan madrasah.

“Semoga ilmu dan arahan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membawa madrasah semakin maju, serta mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih baik bagi para guru sebagai ujung tombak pendidikan,” pungkasnya.

(Lis)