
Sumenep, manasymut.sch.id – Upaya meningkatkan kompetensi guru terus dilakukan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Mandiri yang diselenggarakan oleh dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Madura dengan mengusung tema “Pendampingan Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Guru Madrasah Nasy-atul Muta’allimin.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Pendopo Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep. PKM ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran serta implementasi kebijakan pendidikan yang terus berkembang.
Acara dihadiri oleh sembilan fasilitator dari UIN Madura yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Nor Hasan, M.Ag. Turut hadir M. Syaifullah, M.Pd., Pengawas Madrasah Aliyah wilayah Gapura, Batuputih, Batang-Batang, dan Dungkek, A. Ruhan, S.Ag., Ketua Yayasan Al-Jailani, serta seluruh guru dari jenjang PAUD, MI, MTs, dan MA Nasy-atul Muta’allimin.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Nor Hasan, M.Ag. menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan seperti ini, dosen tidak hanya menjalankan tugas akademik di kampus, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami laksanakan secara rutin. Melalui kegiatan ini kami ingin terus hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di berbagai lembaga,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran tim PKM UIN Madura bukan untuk menggurui para guru, melainkan membangun ruang diskusi dan saling berbagi pengalaman demi kemajuan pendidikan bersama.
“Kami datang bukan untuk mengajari Bapak dan Ibu guru, tetapi untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan sebagai ikhtiar bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami yakin setiap guru memiliki pengalaman berharga yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Jailani, A. Ruhan, S.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan UIN Madura kepada Madrasah Nasy-atul Muta’allimin sebagai lokasi pelaksanaan PKM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UIN Madura yang telah menjatuhkan pilihan kepada Madrasah Nasy-atul Muta’allimin sebagai tempat pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Menurut Ruhan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena materi yang diberikan selaras dengan kebutuhan guru dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini, khususnya terkait implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta.
“Kami sangat bersyukur karena apa yang saat ini dibutuhkan guru untuk meningkatkan kompetensinya justru diberikan secara cuma-cuma oleh UIN Madura. Kesempatan seperti ini tentu menjadi bekal yang sangat berharga bagi seluruh guru di lingkungan Madrasah Nasy-atul Muta’allimin,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
“Mudah-mudahan segala hajat dan ikhtiar kita dalam meningkatkan kualitas pendidikan mendapatkan ridha Allah SWT serta memberikan manfaat yang luas bagi guru, peserta didik, dan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kolaborasi. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Abbadi Ishomuddin, M.A., dosen UIN Madura, sebagai harapan agar seluruh rangkaian PKM berjalan lancar, memberikan keberkahan, serta menghasilkan dampak nyata dalam peningkatan kompetensi guru dan mutu pendidikan di Madrasah Nasy-atul Muta’allimin. (Lis)




