Dungkek, manasymut.sch.id – Kegiatan Mimbar Akademik 2026 resmi dimulai pada Ahad, 9 Agustus 2026, di MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda pengembangan potensi dan kreativitas peserta didik ini diikuti oleh seluruh siswa, mulai dari kelas X, XI, hingga kelas XII.

Pembukaan Mimbar Akademik 2026 diawali dengan pengarahan kepada seluruh peserta didik yang disampaikan oleh Ach. Kholish, salah satu penanggung jawab kegiatan Mimbar Akademik. Dalam arahannya, Kholish memperkenalkan sejumlah perubahan konsep yang akan diterapkan pada pelaksanaan Mimbar Akademik tahun ini.

Menurut Kholish, Mimbar Akademik 2026 sengaja dikemas dengan konsep yang sedikit berbeda dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan suasana baru sekaligus mendorong siswa agar lebih aktif, kreatif, dan berani tampil di hadapan teman-temannya.

“Mimbar Akademik tahun ini kita konsep sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya kegiatan lebih banyak dilaksanakan di dalam ruangan, mulai minggu depan Mimbar Akademik akan kita laksanakan secara outdoor. Harapannya, suasana yang lebih terbuka ini bisa membuat kegiatan menjadi lebih menarik, lebih hidup, dan tentunya memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa,” jelas Kholish dalam arahannya.

Perubahan konsep tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk menjadikan Mimbar Akademik bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran formal di kelas. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengelola kegiatan, sekaligus menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki.

Tidak hanya tempat pelaksanaan yang mengalami perubahan, sistem pengisi acara Mimbar Akademik 2026 juga dibuat berbeda. Jika sebelumnya pengisi kegiatan dapat berasal dari berbagai unsur atau beberapa kelas, tahun ini setiap pelaksanaan Mimbar Akademik akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab satu kelas yang telah ditentukan.

Kholish menjelaskan bahwa kelas yang mendapatkan giliran tampil tidak hanya bertanggung jawab terhadap penampilan, tetapi juga harus mempersiapkan seluruh kebutuhan kegiatan secara mandiri.

“Selain tempat pelaksanaannya, pengisi acara kegiatan Mimbar Akademik tahun ini juga berbeda. Setiap satu kali kegiatan akan sepenuhnya dipasrahkan kepada satu kelas. Jadi, mulai dari siapa yang tampil, konsep acaranya seperti apa, sampai seluruh perlengkapan yang dibutuhkan, semuanya harus di-handle oleh kelas yang menjadi penanggung jawab,” terang Kholish.

Menurutnya, konsep tersebut sengaja diterapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih luas kepada siswa. Setiap kelas tidak hanya dituntut mampu tampil di depan umum, tetapi juga belajar menjadi sebuah tim yang mampu merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan sebuah kegiatan.

Dengan sistem tersebut, setiap siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Ada yang bertugas sebagai pembawa acara, penampil, pembaca puisi, penceramah, pemateri, maupun bertanggung jawab terhadap perlengkapan dan teknis pelaksanaan kegiatan.

Kholish berharap perubahan konsep Mimbar Akademik tahun ini dapat meningkatkan semangat dan antusiasme siswa untuk berpartisipasi. Ia juga ingin agar setiap kelas berlomba-lomba memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi kreativitas, kerja sama, dan sportivitas.

“Dengan perubahan konsep ini, kami berharap siswa menjadi lebih semangat untuk tampil. Setiap kelas harus berlomba-lomba menunjukkan kreativitas dan memberikan penampilan terbaiknya. Bukan sekadar ingin tampil, tetapi bagaimana setiap kelas bisa menjadi kelas penampil terbaik dengan kerja sama dan kreativitas masing-masing,” ungkapnya. (Lis)