
Dungkek, manasymut.sch.id – MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep terus melakukan inovasi dalam meningkatkan keterlibatan orang tua dalam memantau perkembangan pendidikan putra-putrinya. Salah satunya melalui penerapan presensi digital yang memungkinkan wali murid memantau kehadiran siswa secara online dan dapat diakses kapan saja serta dari mana saja.
Pengenalan presensi digital tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Aula MA Nasy-atul Muta’allimin Candi, Sumenep. Sosialisasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Silaturrahim Wali Murid yang diselenggarakan oleh MA Nasy-atul Muta’allimin.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Yayasan Al-Jailani, Ketua Yayasan Al-Jailani, pimpinan dan guru MA Nasy-atul Muta’allimin, serta para wali murid. Selain menjadi momentum mempererat silaturrahim, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan madrasah untuk memperkenalkan sejumlah inovasi dan layanan yang dapat memperkuat komunikasi antara madrasah dengan orang tua.
Dalam sesi sosialisasi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Nasy-atul Muta’allimin, Ach. Kholish, M.Sc., menjelaskan bahwa penerapan presensi digital tidak hanya bertujuan untuk mempermudah administrasi kehadiran siswa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada wali murid untuk terlibat langsung dalam mengontrol kehadiran putra-putrinya.
“Presensi digital ini kami buat bukan hanya untuk memudahkan madrasah dalam mencatat dan mengelola kehadiran siswa, tetapi juga agar bapak dan ibu wali murid dapat ikut mengontrol tingkat kehadiran putra-putrinya. Dengan begitu, orang tua bisa mengetahui apakah anaknya hadir, izin, sakit, atau tidak masuk sekolah,” jelas Ach. Kholish.
Menurut Kholish, keterlibatan orang tua dalam memantau kehadiran siswa menjadi penting karena kehadiran merupakan salah satu indikator kedisiplinan dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan adanya sistem digital, informasi kehadiran dapat diketahui lebih cepat tanpa harus menunggu laporan secara manual dari pihak madrasah.
Ia menambahkan bahwa salah satu keunggulan presensi digital yang diterapkan MA Nasy-atul Muta’allimin adalah kemudahan akses bagi wali murid. Sistem tersebut memungkinkan orang tua melihat informasi kehadiran putra-putrinya secara online menggunakan telepon seluler.
“Aplikasi ini memungkinkan wali murid melihat tingkat kehadiran putra-putrinya secara online. Jadi, bapak dan ibu tidak harus datang ke madrasah hanya untuk mengetahui kehadiran anak. Informasinya dapat diakses dari mana saja dan kapan saja, bahkan bagi orang tua yang sedang merantau jauh dari Sumenep,” terang Kholish.
Kemudahan tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan sebagian wali murid yang tidak selalu dapat mendampingi anak secara langsung karena berbagai kesibukan maupun pekerjaan di luar daerah. Dengan sistem presensi digital, jarak tidak lagi menjadi kendala bagi orang tua untuk tetap mengetahui aktivitas kehadiran anak di madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, Kholish tidak hanya menjelaskan konsep dan manfaat presensi digital, tetapi juga secara langsung mempraktikkan cara mengakses sistem tersebut menggunakan telepon seluler. Praktik dilakukan secara bertahap agar para wali murid dapat mengikuti prosesnya dengan mudah.

Sambil memberikan penjelasan, beberapa guru yang telah ditugaskan juga membagikan username dan password kepada masing-masing wali murid. Data tersebut digunakan untuk memberikan akses kepada orang tua ke portal presensi putra-putrinya.
Kholish kemudian memandu para wali murid untuk membuka sistem presensi digital melalui peramban pada telepon seluler masing-masing.
“Bapak dan Ibu tinggal membuka Google Chrome di HP-nya, kemudian ketik presensi.manasymut.sch.id. Setelah itu, masukkan username dan password seperti yang sudah diberikan oleh bapak-ibu guru. Setelah berhasil masuk, akan muncul portal absensi putra-putri Bapak-Ibu. Dari situ, Bapak-Ibu bisa melihat informasi kehadiran anak,” jelas Kholish saat mempraktikkan penggunaan aplikasi.
Praktik tersebut mendapat perhatian dari para wali murid. Mereka diarahkan untuk mencoba langsung mengakses portal presensi menggunakan akun masing-masing. Guru yang bertugas juga membantu wali murid yang mengalami kesulitan saat melakukan login.
Kholish berharap sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh wali murid. Menurutnya, presensi digital akan memberikan manfaat lebih besar apabila orang tua tidak hanya memiliki akses, tetapi juga secara aktif memeriksa informasi kehadiran putra-putrinya.
“Kami berharap bapak dan ibu dapat mengecek kehadiran putra-putrinya secara berkala. Jangan hanya membuka ketika ada masalah. Dengan pengecekan rutin, kalau ada tanda-tanda anak mulai bermasalah dengan kehadirannya, kita bisa mengetahuinya lebih awal dan segera melakukan tindak lanjut bersama,” ujarnya.
Menurutnya, deteksi lebih awal terhadap masalah kehadiran sangat penting. Ketidakhadiran yang terjadi berulang kali, keterlambatan, maupun pola kehadiran yang mulai menurun dapat menjadi tanda yang perlu mendapatkan perhatian dari madrasah dan keluarga. (Lis)




