
Dungkek, manasymut.sch.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep tahun ini berlangsung tidak sekadar sebagai kegiatan keagamaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturrahim dan membangun sinergi antara madrasah, wali murid, dan peserta didik dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturrahim wali murid tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Aula MA Nasy-atul Muta’allimin Candi Dungkek Sumenep. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas) MA Nasy-atul Muta’allimin, Syamsi, S.Sy., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina Yayasan Al-Jailani, KH. As’adi, Ketua Yayasan Al-Jailani, A. Ruhan, S.Ag., seluruh pimpinan dan guru MA Nasy-atul Muta’allimin, serta sekitar 80 orang wali murid.
Kehadiran para wali murid dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya madrasah membangun komunikasi yang lebih dekat dengan keluarga peserta didik. Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai program dan kegiatan madrasah sekaligus membangun kesamaan persepsi dalam mendampingi pendidikan anak.
Dalam sambutannya, Kepala MA Nasy-atul Muta’allimin, K. Fathor Rahman, M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan secara maksimal jika hanya dibebankan kepada pihak madrasah. Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan peserta didik.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka mempererat silaturrahim dan menjalin kerja sama antara madrasah dengan wali murid. Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab madrasah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan dukungan dari orang tua,” ujar K. Fathor Rahman.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menyampaikan sejumlah program yang akan dilaksanakan sekaligus mensosialisasikan berbagai ketentuan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Hari ini kami juga akan menyosialisasikan kegiatan-kegiatan madrasah serta beberapa hal yang biasanya menjadi larangan bagi murid. Harapan kami, orang tua juga turut berperan dalam misi pendidikan ini, sehingga apa yang dibangun di madrasah dapat diperkuat di lingkungan keluarga,” lanjutnya.
Menurut K. Fathor, sinergi antara madrasah dan wali murid sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sejalan antara apa yang diajarkan di sekolah dengan apa yang diterapkan di rumah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang berkaitan dengan peserta didik dapat dibicarakan dan diselesaikan secara bersama-sama.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Jailani, A. Ruhan, S.Ag., dalam sambutannya menekankan bahwa keberhasilan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan tiga komponen utama yang saling mendukung, yakni peserta didik, wali murid, dan madrasah.
“Ada tiga komponen yang harus bersinergi dalam pendidikan, yaitu wali murid, murid, dan madrasah yang diisi oleh para pengelola dan guru. Ketiga komponen ini harus berjalan bersama, karena tidak mungkin pendidikan anak berhasil jika hanya mengandalkan salah satu pihak,” ungkap A. Ruhan.
Ia kemudian mengajak para wali murid untuk melihat pendidikan anak secara lebih luas. Menurutnya, waktu yang dihabiskan peserta didik di madrasah jauh lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka habiskan bersama keluarga.
“Siswa berada di sekolah hanya sekitar enam jam. Sisanya, sebanyak 18 jam, mereka berada bersama keluarga, bersama orang tua, bapak dan ibu. Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam proses keberhasilan belajar anak,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan kebiasaan peserta didik. Apa yang diperoleh anak di madrasah perlu mendapatkan penguatan melalui pendampingan orang tua di rumah.
Rangkaian kegiatan kemudian dipungkasi dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. As’adi, Pembina Yayasan Al-Jailani.
“Mari kita tutup kegiatan ini dengan doa. Semoga silaturrahim yang kita laksanakan hari ini membawa keberkahan, mempererat hubungan antara madrasah dan wali murid, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” tutur KH. As’adi sebelum memimpin doa. (Lis)




